PROJECTS

Tulisan tentang aspek yang menarik dari proyek tertentu, baik yang ditangani perusahaan, ataupun perusahaan lain.

TECHNOLOGY

Tulisan tentang teknologi, baik secara umum ataupun yang terkait langsung dengan pekerjaan konsultan teknik.

MANAGEMENT

Tulisan antara lain tentang manajemen perusahaan, proyek, SDM, keuangan, yang dinilai bermanfaat untuk diketahui.

PROFILE

Tulisan tentang seseorang yang memiliki kekhasan tersendiri yang layak untuk diketahui atau diteladani.

NEWS

Artikel yang punya nilai berita atau informasi, baik yang terkait dunia konsultan ataupun kehidupan harian.

Home » Headline, NEWS, TECHNOLOGY

Gempa Sumbar 3009 (1) : “….Earthquake Did Not Kill People, Bad Buildings Did It…..”

Submitted by admin on October 13, 2009 – 12:09 pmOne Comment

Seismicity Map 1990-2000 USGS

Seismicity Map 1990-2000 USGS

Tanggal 30 September 2009 sore ranah Minang  diguncang oleh gempa tektonik berkekuatan 7.6  pada skala Richter (Koran Tempo tanggal 11 Oktober 2009 memuat berita koreksi dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padangpanjang yang menyatakan bahwa skala gempa tersebut berdasarkan data yang lebih akurat adalah sebesar 7.9 pada skala Richter).  Epicentrum gempa terletak  52 km dari Padang arah Barat Daya Pariaman.

Akan terjadinya gempa dahsyat di kawasan pantai Barat Sumatera (khususnya Sumatera Barat dan Bengkulu) pada hakekatnya sudah dipredikasi oleh para ahli yang melakukan penelitian  intensif sejak terjadinya bencana gempa & tsunami Aceh pada penghujung tahun 2004 yang lalu. Diprediksi bahwa terdapat potensi gempa yang diakibatkan enersi yang terakumulasi di patahan benua yang terletak di sebelah Barat kepulauan Mentawai. Potensi akan terjadinya fenomena alam ini sudah dapat dipastikan. Yang masih tidak terjangkau oleh ilmu pengetahuan sampai saat ini adalah prediksi yang lebih akurat menyangkut kapan akan terjadinya peristiwa dahsyat tersebut. Hasil penelitian Profesor Kerry Sieh dari California Institute of Technology (sekarang Direktur Earth Observatory of Singapore, Nanyang Technological University) dan  Danny Natawidjaja  pakar geoteknology dari LIPI menyangkut hal tersebut telah disiarkan secara luas dalam publikasi ilmiah maupun media masa, baik  di luar negeri maupun di Indonesia sendiri. Dalam rangka mitigasi bencana, hal inipun telah disampaikan kepada masyarakat dan menjadi bagian dari skenario pelatihan yang telah dilakukan bagi masyarakat Padang. Sebagian besar masyarakat tampak telah memahami dan sadar akan potensi bahaya gempa yang dapat memicu tsunami ini, yang tampak dari reaksi spontan masyarakat yang segera menuju lokasi-lokasi yang dinilai aman terhadap bahaya tsunami, segera setelah gempa terjadi.

Alhamdulillah tsunami kali ini tidak terjad, tapi fakta yang tampak setelah gempa terjadi adalah menyangkut  salah satu point penting dalam langkah mitigasi (mitigasi=pengurangan risiko) bencana gempa  yang telah dilaksanakan selama ini : ketahanan bangunan terhadap gempa (!). Sejumlah besar bangunan ternyata rontok dan porak poranda akibat Gempa Sumbar 3009  (30 September 2009)  tersebut. Inilah pemandangan yang mengejutkan  bagi sebagian besar anggota masyarakat, dan pemandangan yang menyakitkan bagi mereka yang bergerak di bidang konstruksi………(baca selengkapnya, KLIK DISINI)

Catatan : Dikutip dari http://kadaikopi.carpediem123.com melihat pada isinya yang terkait dengan dunia konstruksi dan peranan pengawasan yang merupakan wilayah kerja Konsultan.

One Comment »

  • Mamik R says:

    Sejak muncul pertama kali berita Gempa 30 Sept di Metro TV, saya langsung teringat hunian (rumah) di Lb. Basung dan Padang yang pernah saya tempati, serta beberapa Jembatan Rangka Baja di Pariaman, Agam dan Solok yang 18 tahun lalu, saya ikuti proses pembangunannya. Seperti apa kondisinya sekarang, ya?

    Tentu kami turut bela sungkawa, atas musibah yang menimpa Wilayah Sumatera Barat, semoga diberi kekuatan iman dan tabah kepada mereka yang mengalami bencana tersebut.

    Baru-baru ini UGM mengirim Mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata, sebagai bentuk kepedulian. Jika Kontraktor mengirim tim peralatan berat, sebagai wujud kepedulian bersama, lantas Konsultan sebaiknya mengirim apa, ya?