Kembali ke Management by Walking Around
Sebuah teknik manajamen “jadul” yang telah lama digantikan oleh teknologi komunikasi baru (email, chatting) kini mulai dilirik kembali. Sebuah perusahaan executive coaching di Amerika, ClearRock mencoba mengusung kembali management by walking around (MBWA) sebagai jawaban bagi perusahaan yang sedang menghadapi situasi ekonomi yang sulit.
Greg Gostanian, seorang pengelola-mitra pada ClearRock mengatakan, “MBWA adalah manajemen yang sejati.” Namun, ia buru-buru menegaskan, untuk mendapatkan manfaat darinya, para manajer harus dilatih bagaimana mempraktikannya dengan benar. Kuncinya terletak pada kesiapan para pimpinan perusahaan untuk mendengarkan umpan balik dan pendapat dari karyawan.
Diingatkan, bisa jadi Anda sebagai pemimpin perusahaan atau jajaran manajer, tidak setuju dengan masukan dari anak buah. Jika tujuan Anda menerapkan MBWA hanya untuk menguatkan pendapat yang telah Anda yakini, lebih baik lupakan saja. Tujuannya harus lebih membuka kejujuran dan kontribusi dari karyawan. Jangan sampai karyawan merasa hanya boleh bicara yang baik-baik saja.
Lebih jauh, berikut jurus-jurus lain yang perlu dipraktikkan agar MBWA berjalan efektif:
1. Lakukanlah oleh diri Anda sendiri, jangan mewakilkan kepada asisten. Bicaralah dengan setiap karyawan secara individual, satu per satu.
2. Secara khusus, tanyakan pada setiap karyawan bagaimana kabar dan keadaan mereka, serta apa yang sedang mereka kerjakan.
3. Tumbuhkan pemahaman pada masing-masing orang mengenai peran mereka dalam proses bisnis, sehingga kontribusi yang mereka berikan akan lebih bermakna.
4. Cari tahu pendapat mereka mengenai kebijakan-kebijakan perusahaan dan dan hal-hal lain yang bersifat lebih umum berkaitan dengan kantor.
5. Jangan segan untuk memperlihatkan sisi kemanusiaan Anda –jangan melulu bicara tentang pekerjaan, tanyakan pada karyawan misalnya tentang anak-anak mereka.
6. Jika Anda menemukan seorang karyawan yang kinerjanya tidak bagus atau melakukan kesalahan, jangan memberikan kritik seketika itu juga. Siapkan situasi khusus untuk berbicara dengannya.
7. Penting artinya untuk memberikan penghargaan khusus bagi kontribusi-kontribusi tertentu yang juga bersifat khusus. Cara dan bentuknya bisa Anda pikirkan.
8. Kontribusi karyawan yang memberikan manfaat pada penghematan biaya, waktu dan hal-hal yang terukur lainnya perlu mendapatkan pengakuan khusus.
Dikirim oleh : Brahmana
Sumber : Portal HR.com


Jurus-2 tersebut bisa saja diimplementasikan melalui dunia maya (secara pribadi..via sms or email). Jurus yang ke 6 & 7 itu yang paling kami nantikan.
Pada bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa ini adalah teknik manajemen ‘jadul’ yang telah digantikan dengan teknologi komunikasi moderen seperti email & chatting.
MBWA pada hakekatnya adalah teknik komunikasi yang berbasis ‘personal approach’ dengan mengandalkan hubungan antar manusia yang lebih ‘hangat’. Di sini bahasa tubuh, keterbukaan, kemampuan mendengar, empati, dan sikap egaliter akan mewarnai hasil positif dari teknik ‘jadul’ ini, saya rasa…..
Jadi mungkin dia tidak akan tergantikan dengan komunikasi sms dan email.
Dan menurut saya dia bisa diterapkan pada semua level manajemen. Pada sejumlah orang dia tidak perlu ‘ditunggu’, tapi ‘diterapkan’….
Mumpung Ramadhan, mungkin para manajer perlu banyak ber’safari Ramadhan’ berkunjung ke meja atau lokasi kerja subordinatnya.
Yah hitung-hitung ngabuburitlah….
Tapi ya itu…kalau tidak terkontrol, teknik ini bisa berubah menjadi ‘manajemen by ngobrol’…
Digabung dengan upaya komunikasi lainnya (sms, email, rapat koordinasi, memo, dll), semua kebuntuan komunikasi seyogianya dapat ditembus, dan lokasi kerja dapat disulap menjadi lokasi yang ‘lebih manusiawi’, hangat, dan menyenangkan…..Semoga….