<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for mpb79.com</title>
	<atom:link href="http://mpb79.com/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpb79.com</link>
	<description>pt multi phi beta sejak 1979 ikut proses pembangunan indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 07:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Gempa Sumbar 3009 (1) : &#8220;&#8230;.Earthquake Did Not Kill People, Bad Buildings Did It&#8230;..&#8221; by Mamik R</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=418&#038;cpage=1#comment-62</link>
		<dc:creator>Mamik R</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 07:30:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=418#comment-62</guid>
		<description>Sejak muncul pertama kali berita Gempa 30 Sept di Metro TV, saya langsung teringat hunian (rumah) di Lb. Basung dan Padang yang pernah saya tempati, serta beberapa Jembatan Rangka Baja di Pariaman, Agam dan Solok yang 18 tahun lalu, saya ikuti proses pembangunannya. Seperti apa kondisinya sekarang, ya? 

Tentu kami turut bela sungkawa, atas musibah yang menimpa Wilayah Sumatera Barat, semoga diberi kekuatan iman dan tabah kepada mereka yang mengalami bencana tersebut.

Baru-baru ini UGM mengirim Mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata, sebagai bentuk kepedulian. Jika Kontraktor mengirim tim peralatan berat, sebagai wujud kepedulian bersama, lantas Konsultan sebaiknya mengirim apa, ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak muncul pertama kali berita Gempa 30 Sept di Metro TV, saya langsung teringat hunian (rumah) di Lb. Basung dan Padang yang pernah saya tempati, serta beberapa Jembatan Rangka Baja di Pariaman, Agam dan Solok yang 18 tahun lalu, saya ikuti proses pembangunannya. Seperti apa kondisinya sekarang, ya? </p>
<p>Tentu kami turut bela sungkawa, atas musibah yang menimpa Wilayah Sumatera Barat, semoga diberi kekuatan iman dan tabah kepada mereka yang mengalami bencana tersebut.</p>
<p>Baru-baru ini UGM mengirim Mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata, sebagai bentuk kepedulian. Jika Kontraktor mengirim tim peralatan berat, sebagai wujud kepedulian bersama, lantas Konsultan sebaiknya mengirim apa, ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Software Bajakan : Tinggalkan &amp; Ganti yang Legal by Irwin</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=400&#038;cpage=1#comment-60</link>
		<dc:creator>Irwin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 06:53:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=400#comment-60</guid>
		<description>Terima kasih Pak atas komentarnya, mengenai perbandingan penggunaan OSS di Indonesia khususnya di Wilayah DKI saat ini saya belum menemukan data-data hasil survey yang pernah dilakukan tetapi rasanya di Indonesia terkadang masalahnya, jangankan OSS, software murah saja jarang diminati. Kalau tidak membajak, maka yang dibeli secara resmi adalah software yang mahal, karena makin mahal software, komisi yang didapat makin tinggi. Kemudian persoalan lain adalah mengganti habbit. Ibaratnya, ada dua motor, satu harganya Rp. 15 juta, yang lainnya Rp. 2 juta. Sama-sama canggih, hanya motor yang lebih murah ini, gasnya di stang sebelah kiri sedang persnelling justru di kaki kanan. Tentu akan banyak pemakai motor yang tetap memilih motor yang lebih mahal, daripada nanti bingung dalam operasionalnya. 

Mungkin yang dapat kita harapkan dari seluruh masyarakat bahu membahu untuk mengembangkan atau mempopulerkan software murah/free dan open source. Kalangan akademisi bisa berkontribusi dengan mendorong penulisan skripsi atau tugas dengan OSS. Kalangan birokrat bisa mendorong agar peserta tender yang menggunakan OSS mendapat nilai lebih tinggi – dibanding yang menggunakan software illegal! Demikian juga dengan sektor usaha – termasuk kelompok usaha kecil dan menengah. Sementara itu pemerintah tidak perlu khawatir pendapat pajak menurun, karena pada saat yang sama, penggunaan OSS akan menghemat devisa. Bahkan kalangan agamawan pun bisa berkontribusi dalam kampanye OSS ini dengan menyebut software Open Source sebagai “Software Halal” – mengingat disana dengan jelas tidak ada hak siapapun yang akan dilanggar; walaupun ini tidak berarti software non Open Source atau software bajakan otomatis haram – karena untuk masalah ini masih perlu diskusi yang cukup serius antara para ahli fiqh, ahli informatika dan pakar hukum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih Pak atas komentarnya, mengenai perbandingan penggunaan OSS di Indonesia khususnya di Wilayah DKI saat ini saya belum menemukan data-data hasil survey yang pernah dilakukan tetapi rasanya di Indonesia terkadang masalahnya, jangankan OSS, software murah saja jarang diminati. Kalau tidak membajak, maka yang dibeli secara resmi adalah software yang mahal, karena makin mahal software, komisi yang didapat makin tinggi. Kemudian persoalan lain adalah mengganti habbit. Ibaratnya, ada dua motor, satu harganya Rp. 15 juta, yang lainnya Rp. 2 juta. Sama-sama canggih, hanya motor yang lebih murah ini, gasnya di stang sebelah kiri sedang persnelling justru di kaki kanan. Tentu akan banyak pemakai motor yang tetap memilih motor yang lebih mahal, daripada nanti bingung dalam operasionalnya. </p>
<p>Mungkin yang dapat kita harapkan dari seluruh masyarakat bahu membahu untuk mengembangkan atau mempopulerkan software murah/free dan open source. Kalangan akademisi bisa berkontribusi dengan mendorong penulisan skripsi atau tugas dengan OSS. Kalangan birokrat bisa mendorong agar peserta tender yang menggunakan OSS mendapat nilai lebih tinggi – dibanding yang menggunakan software illegal! Demikian juga dengan sektor usaha – termasuk kelompok usaha kecil dan menengah. Sementara itu pemerintah tidak perlu khawatir pendapat pajak menurun, karena pada saat yang sama, penggunaan OSS akan menghemat devisa. Bahkan kalangan agamawan pun bisa berkontribusi dalam kampanye OSS ini dengan menyebut software Open Source sebagai “Software Halal” – mengingat disana dengan jelas tidak ada hak siapapun yang akan dilanggar; walaupun ini tidak berarti software non Open Source atau software bajakan otomatis haram – karena untuk masalah ini masih perlu diskusi yang cukup serius antara para ahli fiqh, ahli informatika dan pakar hukum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Software Bajakan : Tinggalkan &amp; Ganti yang Legal by admin</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=400&#038;cpage=1#comment-59</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 05:37:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=400#comment-59</guid>
		<description>Pak Mamik dan rekan lainnya,
Ini topik yang menarik dan saya menunggu nunggu tanggapan atas pertanyaan pak Mamik ini dari rekan lainnya. Tapi ternyata belum ada yang menanggapi.
Sebagai bahan pemikiran bersama ini saya sampaikan sejumlah tulisan yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang penggunaan open source ini sesuai dengan keraguan pak Mamik.
Saya bukan ahli software. Mungkin pak Luthfi bisa membantu menjelaskan permasalahan ini.
Untuk sementara silahkan klik langsung tulisan2 dibawah ini.

Terimakasih &amp; Wassalam (Epy)


&lt;a href=&quot;http://tech.groups.yahoo.com/group/warnet2000/message/6264&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pemakaian Software Opersource Menguat&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.satudunia.net/?q=content/membangkitkan-pertanian-indonesia-dengan-free-open-source-software-foss&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mengembangkan Pertanian Indonesia.....&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://web.dev.depkominfo.go.id/blog/2006/01/01/penggunaan-open-source-diperkirakan-tumbuh-10/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Penggunaan Open Source Diperkirakan Tumbuh 10%&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia,_Go_Open_Source&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Indonesia Go Open Source&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.biskom.web.id/2008/05/29/18-departemen-gunakan-oss.bwi&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;18 Departemen Gunakan OSS&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://qbheadlines.com/cerita_sukses-36&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Asia Afrika Serius Kembangkan Open Source&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Mamik dan rekan lainnya,<br />
Ini topik yang menarik dan saya menunggu nunggu tanggapan atas pertanyaan pak Mamik ini dari rekan lainnya. Tapi ternyata belum ada yang menanggapi.<br />
Sebagai bahan pemikiran bersama ini saya sampaikan sejumlah tulisan yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang penggunaan open source ini sesuai dengan keraguan pak Mamik.<br />
Saya bukan ahli software. Mungkin pak Luthfi bisa membantu menjelaskan permasalahan ini.<br />
Untuk sementara silahkan klik langsung tulisan2 dibawah ini.</p>
<p>Terimakasih &amp; Wassalam (Epy)</p>
<p><a href="http://tech.groups.yahoo.com/group/warnet2000/message/6264" rel="nofollow">Pemakaian Software Opersource Menguat</a><br />
<a href="http://www.satudunia.net/?q=content/membangkitkan-pertanian-indonesia-dengan-free-open-source-software-foss" rel="nofollow">Mengembangkan Pertanian Indonesia&#8230;..</a><br />
<a href="http://web.dev.depkominfo.go.id/blog/2006/01/01/penggunaan-open-source-diperkirakan-tumbuh-10/" rel="nofollow">Penggunaan Open Source Diperkirakan Tumbuh 10%</a><br />
<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia,_Go_Open_Source" rel="nofollow">Indonesia Go Open Source</a><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/2008/05/29/18-departemen-gunakan-oss.bwi" rel="nofollow">18 Departemen Gunakan OSS</a><br />
<a href="http://qbheadlines.com/cerita_sukses-36" rel="nofollow">Asia Afrika Serius Kembangkan Open Source</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Software Bajakan : Tinggalkan &amp; Ganti yang Legal by Mamik R</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=400&#038;cpage=1#comment-49</link>
		<dc:creator>Mamik R</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 11:05:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=400#comment-49</guid>
		<description>Tadinya saya beranggapan bahwa product Open Source itu &quot;rumit&quot; dan ragu terhadap &quot;ketahanan terhadap serbuan virus&quot;, dll. Adakah data hasil survey, mengenai perbandingan penggunaan Open Source versus Close Source di Indonesia, atau lebih khusus di Wilayah DKI misalnya.

Bagaimana sich perkembangan penggunaan Open Source Software dalam 5 tahun terakhir ini, khususnya di perkantoran (Pemerintah or swasta) or lingkungan pendidikan. Masihkah Close Source Software mendominasi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tadinya saya beranggapan bahwa product Open Source itu &#8220;rumit&#8221; dan ragu terhadap &#8220;ketahanan terhadap serbuan virus&#8221;, dll. Adakah data hasil survey, mengenai perbandingan penggunaan Open Source versus Close Source di Indonesia, atau lebih khusus di Wilayah DKI misalnya.</p>
<p>Bagaimana sich perkembangan penggunaan Open Source Software dalam 5 tahun terakhir ini, khususnya di perkantoran (Pemerintah or swasta) or lingkungan pendidikan. Masihkah Close Source Software mendominasi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kembali ke Management by Walking Around by admin</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=322&#038;cpage=1#comment-24</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 21:59:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=322#comment-24</guid>
		<description>Pada bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa ini adalah teknik manajemen &#039;jadul&#039; yang telah digantikan dengan teknologi komunikasi moderen seperti email &amp; chatting.
MBWA pada hakekatnya adalah teknik komunikasi yang berbasis &#039;personal approach&#039; dengan mengandalkan hubungan antar manusia yang lebih &#039;hangat&#039;. Di sini bahasa tubuh, keterbukaan, kemampuan mendengar, empati, dan sikap egaliter akan mewarnai hasil positif dari teknik &#039;jadul&#039; ini, saya rasa.....
Jadi mungkin dia tidak akan tergantikan dengan komunikasi sms dan email.
Dan menurut saya dia bisa diterapkan pada semua level manajemen. Pada sejumlah orang dia tidak perlu &#039;ditunggu&#039;, tapi &#039;diterapkan&#039;....
Mumpung Ramadhan, mungkin para manajer perlu banyak ber&#039;safari Ramadhan&#039; berkunjung ke meja atau lokasi kerja subordinatnya.
Yah hitung-hitung ngabuburitlah....
Tapi ya itu...kalau tidak terkontrol, teknik ini bisa berubah menjadi &#039;manajemen by ngobrol&#039;...
Digabung dengan upaya komunikasi lainnya (sms, email, rapat koordinasi, memo, dll), semua kebuntuan komunikasi seyogianya  dapat ditembus, dan lokasi kerja dapat disulap menjadi lokasi yang &#039;lebih manusiawi&#039;, hangat, dan menyenangkan.....Semoga....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa ini adalah teknik manajemen &#8216;jadul&#8217; yang telah digantikan dengan teknologi komunikasi moderen seperti email &#038; chatting.<br />
MBWA pada hakekatnya adalah teknik komunikasi yang berbasis &#8216;personal approach&#8217; dengan mengandalkan hubungan antar manusia yang lebih &#8216;hangat&#8217;. Di sini bahasa tubuh, keterbukaan, kemampuan mendengar, empati, dan sikap egaliter akan mewarnai hasil positif dari teknik &#8216;jadul&#8217; ini, saya rasa&#8230;..<br />
Jadi mungkin dia tidak akan tergantikan dengan komunikasi sms dan email.<br />
Dan menurut saya dia bisa diterapkan pada semua level manajemen. Pada sejumlah orang dia tidak perlu &#8216;ditunggu&#8217;, tapi &#8216;diterapkan&#8217;&#8230;.<br />
Mumpung Ramadhan, mungkin para manajer perlu banyak ber&#8217;safari Ramadhan&#8217; berkunjung ke meja atau lokasi kerja subordinatnya.<br />
Yah hitung-hitung ngabuburitlah&#8230;.<br />
Tapi ya itu&#8230;kalau tidak terkontrol, teknik ini bisa berubah menjadi &#8216;manajemen by ngobrol&#8217;&#8230;<br />
Digabung dengan upaya komunikasi lainnya (sms, email, rapat koordinasi, memo, dll), semua kebuntuan komunikasi seyogianya  dapat ditembus, dan lokasi kerja dapat disulap menjadi lokasi yang &#8216;lebih manusiawi&#8217;, hangat, dan menyenangkan&#8230;..Semoga&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kembali ke Management by Walking Around by Mamik R</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=322&#038;cpage=1#comment-23</link>
		<dc:creator>Mamik R</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 07:51:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=322#comment-23</guid>
		<description>Jurus-2 tersebut bisa saja diimplementasikan melalui dunia maya (secara pribadi..via sms or email). Jurus yang ke 6 &amp; 7 itu yang paling kami nantikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jurus-2 tersebut bisa saja diimplementasikan melalui dunia maya (secara pribadi..via sms or email). Jurus yang ke 6 &amp; 7 itu yang paling kami nantikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bogor Outer Ring Road Dongkrak Harga Properti di Kota Hujan by Admin</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=38&#038;cpage=1#comment-4</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 03:36:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=38#comment-4</guid>
		<description>Thx atas commentnya, karena kita tdk bs sering ketemu, dan banyak yang perlu dikomunikasikan.
Lebih baik comment ditampung di &#039;Contact Us&#039; yang terletak di bagian atas.
Judul dan isi belum sama bukan karena mau cepat2, tapi STRUKTUR website secara menyeluruh tidak bisa kelihatan kalau bagian2nya itu tidak ada isinya.Karenanya isi yang berupa &quot;dummy&quot; perlu dibuat untuk menunjukkan struktur tersebut.
Dari struktur yang ada ini bisa dievaluasi mana yang sudah sesuai dengan kebutuhan, mana tambahan yang belum tercakup.
Tambahan inilah yang kemudian akan dirancang kembali, apakah bisa dicover oleh template Arthemia Premium ini atau harus &quot;dicantelkan&quot; dengan cara lain.
Disamping itu juga dapat dilihat bagian2 yang perlu DIISI dengan bantuan orang kantor, seperti company profile, foto2, artikel, dll,dll.
Inilah yang tolong secara bertahap dikirimkan via email atau dalam flash disk untuk dimasukkan.
Cara ini terpaksa ditempuh karena sangat jarangnya frekuensi pertemuan, yang memaksa kita untuk semaksimalnya dapat untuk sementara berkomunikasi liwat dunia maya saja.
Ditunggu comment dan masukan selanjutnya.
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thx atas commentnya, karena kita tdk bs sering ketemu, dan banyak yang perlu dikomunikasikan.<br />
Lebih baik comment ditampung di &#8216;Contact Us&#8217; yang terletak di bagian atas.<br />
Judul dan isi belum sama bukan karena mau cepat2, tapi STRUKTUR website secara menyeluruh tidak bisa kelihatan kalau bagian2nya itu tidak ada isinya.Karenanya isi yang berupa &#8220;dummy&#8221; perlu dibuat untuk menunjukkan struktur tersebut.<br />
Dari struktur yang ada ini bisa dievaluasi mana yang sudah sesuai dengan kebutuhan, mana tambahan yang belum tercakup.<br />
Tambahan inilah yang kemudian akan dirancang kembali, apakah bisa dicover oleh template Arthemia Premium ini atau harus &#8220;dicantelkan&#8221; dengan cara lain.<br />
Disamping itu juga dapat dilihat bagian2 yang perlu DIISI dengan bantuan orang kantor, seperti company profile, foto2, artikel, dll,dll.<br />
Inilah yang tolong secara bertahap dikirimkan via email atau dalam flash disk untuk dimasukkan.<br />
Cara ini terpaksa ditempuh karena sangat jarangnya frekuensi pertemuan, yang memaksa kita untuk semaksimalnya dapat untuk sementara berkomunikasi liwat dunia maya saja.<br />
Ditunggu comment dan masukan selanjutnya.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bogor Outer Ring Road Dongkrak Harga Properti di Kota Hujan by Mamik Radyantono</title>
		<link>http://mpb79.com/?p=38&#038;cpage=1#comment-3</link>
		<dc:creator>Mamik Radyantono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 11:08:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mpb79.com/?p=38#comment-3</guid>
		<description>Sedikit-demi sidikit semoga judul artikelnya sesuai isinya. Tidak perlu &quot;Cepat-cepat&quot; karena belum tentu lebih baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit-demi sidikit semoga judul artikelnya sesuai isinya. Tidak perlu &#8220;Cepat-cepat&#8221; karena belum tentu lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
